Day 29: Upper world and lower world

Hari ini tidak ada meeting, jadi saya menghabiskan waktu dengan menjelajah kota Hong Kong. Niatnya adalah menjauh dari daerah perbelanjaan di seputar Causeway Bay. Pilihan jatuh pada Financial District di pantai utara pulau Hong Kong, tempat berkumpulnya hampir semua perusahaan global, terutama jasa keuangan. Wilayah ini sudah sejak 1841 menjadi pusat perdagangan dan bisnis ketika Inggris masuk... Continue Reading →

Day 27: Presenting Indonesia in turbulence time

Indonesia menjadi salah satu dari 4 negara di APAC yang menjadi fokus perhatian dalam meeting kali ini, dan saya pun diminta untuk memaparkan outlook dari perekonomian dan dinamika politik di tahun 2015. Bukan tugas yang mudah karena pada saat ini suasana politik di Indonesia sedang hingar bingar dengan gelombang tagar #savekpk dan #shameonyoujokowi di media... Continue Reading →

Day 26: Access to airport is critical

Hari ini saya ke Hong Kong untuk menghadiri annual leadership meeting untuk kawasan APAC. Pesawat saya berangkat jam 10 dari Jakarta dan saya sudah keluar rumah jam 7. Hampir 40 menit saya habiskan di daerah Antasari dan TB Simatupang! Hingga 2 tahun yang lalu, daerah TB Simatupang mash nyaman dilalui. Gedung perkantoran belum terlalu banyak, yang... Continue Reading →

Day 25: Tulisan and me

Saya mengenal Tulisan dan Melissa Sunjaya sejak tahun 2012. Ketika itu Melissa baru memulai bisnisnya, menjual hasil karyanya di pop-up store di Darmawangsa Square sebelum akhirnya memiliki butik di Darmawangsa Square di sebelah Ranch Market. Sejak pertama kali melihat tas kanvas buatannya yang digambar menggunakan teknik silk screen saya langsung jatuh hati. Indah sekali. Unik.... Continue Reading →

Day 23: Virginity test to confirm morality. Gimme a break!

Hari ini topik tes keperawanan muncul lagi karena diangkat oleh Andreas Harsono yang menjadi pembicara tamu di FH Mind Snack edisi perdana. Merinding sekaligus marah mendengar penuturan Andreas bahwa praktek pemeriksaan keperawanan masih terus terjadi, tidak hanya terhadap perempuan yang ingin menjadi polwan tetapi juga perempuan yang ingin menikah dengan anggota tentara. Jakarta Post mengangkat masalah ini... Continue Reading →

Day 22: Pathological liar

Kedatangan seorang teman yang bercerita tentang mantan kolega sekantor langsung membuka luka lama. Sekitar 6 bulan yang lalu kantor saya mendadak gempar. Banyak yang menangis. Gara-garanya adalah "berita duka" yang disampaikan oleh salah seorang kolega, si A, yang datang dengan wajah sedih bercucuran air mata. Konon ia baru saja kembali dari RS Siloam Karawaci dan... Continue Reading →

Day 21: The rights to kill

Hari ini pembicaraan sore di kantor agak berat karena membahas tentang hukuman mati terhadap narapidana narkotika yang baru saja dilakukan hari Minggu yang lalu. Banyak yang menumpahkan kemarahannya terhadap penjual narkoba yang membunuh banyak jiwa muda dan memorakporandakan banyak keluarga. Saya termasuk yang sangat geram dan sepakat bahwa narkoba itu sangat berbahaya, lebih berbahaya daripada... Continue Reading →

Day 20: The magic in dental studio

Tadi pagi seluruh rencana sehari langsung hancur hanya gara-gara gigi tiruan bagian depan jatuh ketika sedang menyikat gigi dan langsung meluncur bebas ke dalam saluran air. Selesai! Kalaupun hari ini ada kesempatan new business yang besar maka dengan berat hati akan saya lepaskan. Kalaupun ada kesempatan ketemu Jokowi untuk diajak menjadi penasihat komunikasinya maka dengan... Continue Reading →

Day 19: Not all those who wander are lost

Seseorang menuliskan status di social medianya sebagai berikut: Not all those who wander are lost. Menurut saya ini adalah quote yang sangat menarik dari J.R.R Tolkien, sastrawan Inggris penulis buku laris The Hobbit dan Lord of the Rings. Kebetulan says juga menemukan foto dari luggage tag kulit dengan quote tersebut, cocok dengan makna "wander" dalam quote... Continue Reading →

Day 18: Japan and beer

Perkenalan saya dengan bir sudah berlangsung lama karena kedua orang tua saya juga peminum bir walaupun selalu dalam batas-batas yang tidak memabukkan. Almarhumah nenek saya bahkan mempunyai nama julukan  "nek Bintang" saking gemarnya minum bir Bintang 🙂 Bir dingin tidak pernah gagal menceriakan hari-hari saya, dan buat saya bir terbaik adalah bir Bintang buatan lokal.... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑