Day 23: Virginity test to confirm morality. Gimme a break!

Hari ini topik tes keperawanan muncul lagi karena diangkat oleh Andreas Harsono yang menjadi pembicara tamu di FH Mind Snack edisi perdana. Merinding sekaligus marah mendengar penuturan Andreas bahwa praktek pemeriksaan keperawanan masih terus terjadi, tidak hanya terhadap perempuan yang ingin menjadi polwan tetapi juga perempuan yang ingin menikah dengan anggota tentara. Jakarta Post mengangkat masalah ini... Continue Reading →

Day 22: Pathological liar

Kedatangan seorang teman yang bercerita tentang mantan kolega sekantor langsung membuka luka lama. Sekitar 6 bulan yang lalu kantor saya mendadak gempar. Banyak yang menangis. Gara-garanya adalah "berita duka" yang disampaikan oleh salah seorang kolega, si A, yang datang dengan wajah sedih bercucuran air mata. Konon ia baru saja kembali dari RS Siloam Karawaci dan... Continue Reading →

Day 21: The rights to kill

Hari ini pembicaraan sore di kantor agak berat karena membahas tentang hukuman mati terhadap narapidana narkotika yang baru saja dilakukan hari Minggu yang lalu. Banyak yang menumpahkan kemarahannya terhadap penjual narkoba yang membunuh banyak jiwa muda dan memorakporandakan banyak keluarga. Saya termasuk yang sangat geram dan sepakat bahwa narkoba itu sangat berbahaya, lebih berbahaya daripada... Continue Reading →

Day 20: The magic in dental studio

Tadi pagi seluruh rencana sehari langsung hancur hanya gara-gara gigi tiruan bagian depan jatuh ketika sedang menyikat gigi dan langsung meluncur bebas ke dalam saluran air. Selesai! Kalaupun hari ini ada kesempatan new business yang besar maka dengan berat hati akan saya lepaskan. Kalaupun ada kesempatan ketemu Jokowi untuk diajak menjadi penasihat komunikasinya maka dengan... Continue Reading →

Day 19: Not all those who wander are lost

Seseorang menuliskan status di social medianya sebagai berikut: Not all those who wander are lost. Menurut saya ini adalah quote yang sangat menarik dari J.R.R Tolkien, sastrawan Inggris penulis buku laris The Hobbit dan Lord of the Rings. Kebetulan says juga menemukan foto dari luggage tag kulit dengan quote tersebut, cocok dengan makna "wander" dalam quote... Continue Reading →

Day 18: Japan and beer

Perkenalan saya dengan bir sudah berlangsung lama karena kedua orang tua saya juga peminum bir walaupun selalu dalam batas-batas yang tidak memabukkan. Almarhumah nenek saya bahkan mempunyai nama julukan  "nek Bintang" saking gemarnya minum bir Bintang 🙂 Bir dingin tidak pernah gagal menceriakan hari-hari saya, dan buat saya bir terbaik adalah bir Bintang buatan lokal.... Continue Reading →

Day 17: Learning about honesty at IKEA

Akhir pekan ini saya dedikasikan untuk melengkapi dapur yang baru selesai direnovasi, dan tempat pertama untuk mencari perlengkapan adalah IKEA. Barang-barang di IKEA mungkin bukan premium quality, tapi brand ini membuat berbagai barang yang mudah dan praktis. Disainnya juga tidak lekang dimakan waktu. Saya punya container gelas yang dibeli dari IKEA beberapa tahun yang lalu... Continue Reading →

Day 16: Stranded at Changi

Agak kaget hari ini ketika tiba di Klinik SNEC di Gleneagles hospital karena ruangan dokter Yvonne Ying gelap dan kosong. Ternyata sudah pindah ke dalam, di depan meja registrasi. Suasana di dalam klinik juga terasa lebih ramai dan sesak. Dokter Yvonne kemudian menjelaskan bahwa klinik terpaksa diciutkan karena harga sewa semakin mahal. Wah, kalau begini... Continue Reading →

Day 15: Money can’t buy taste

 Hari ini saya dan Sophie terbang ke Singapore untuk pemeriksaan mata rutin. Kami terbang menggunakan maskapai Air France karena 3 alasan: ada harga promo sebesar USD 159, anggota Skyteam sehingga saya bisa mendapat milage untuk Garudamiles, dan Sophie suka dengan onboard meals yang selalu ada camembert cheese. Perjalanan sangat menyenangkan dan nyaman, inflight entertainmentnya sangat... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑