Day 20: The magic in dental studio

Tadi pagi seluruh rencana sehari langsung hancur hanya gara-gara gigi tiruan bagian depan jatuh ketika sedang menyikat gigi dan langsung meluncur bebas ke dalam saluran air. Selesai! Kalaupun hari ini ada kesempatan new business yang besar maka dengan berat hati akan saya lepaskan. Kalaupun ada kesempatan ketemu Jokowi untuk diajak menjadi penasihat komunikasinya maka dengan... Continue Reading →

Day 19: Not all those who wander are lost

Seseorang menuliskan status di social medianya sebagai berikut: Not all those who wander are lost. Menurut saya ini adalah quote yang sangat menarik dari J.R.R Tolkien, sastrawan Inggris penulis buku laris The Hobbit dan Lord of the Rings. Kebetulan says juga menemukan foto dari luggage tag kulit dengan quote tersebut, cocok dengan makna "wander" dalam quote... Continue Reading →

Day 18: Japan and beer

Perkenalan saya dengan bir sudah berlangsung lama karena kedua orang tua saya juga peminum bir walaupun selalu dalam batas-batas yang tidak memabukkan. Almarhumah nenek saya bahkan mempunyai nama julukan  "nek Bintang" saking gemarnya minum bir Bintang 🙂 Bir dingin tidak pernah gagal menceriakan hari-hari saya, dan buat saya bir terbaik adalah bir Bintang buatan lokal.... Continue Reading →

Day 17: Learning about honesty at IKEA

Akhir pekan ini saya dedikasikan untuk melengkapi dapur yang baru selesai direnovasi, dan tempat pertama untuk mencari perlengkapan adalah IKEA. Barang-barang di IKEA mungkin bukan premium quality, tapi brand ini membuat berbagai barang yang mudah dan praktis. Disainnya juga tidak lekang dimakan waktu. Saya punya container gelas yang dibeli dari IKEA beberapa tahun yang lalu... Continue Reading →

Day 16: Stranded at Changi

Agak kaget hari ini ketika tiba di Klinik SNEC di Gleneagles hospital karena ruangan dokter Yvonne Ying gelap dan kosong. Ternyata sudah pindah ke dalam, di depan meja registrasi. Suasana di dalam klinik juga terasa lebih ramai dan sesak. Dokter Yvonne kemudian menjelaskan bahwa klinik terpaksa diciutkan karena harga sewa semakin mahal. Wah, kalau begini... Continue Reading →

Day 15: Money can’t buy taste

 Hari ini saya dan Sophie terbang ke Singapore untuk pemeriksaan mata rutin. Kami terbang menggunakan maskapai Air France karena 3 alasan: ada harga promo sebesar USD 159, anggota Skyteam sehingga saya bisa mendapat milage untuk Garudamiles, dan Sophie suka dengan onboard meals yang selalu ada camembert cheese. Perjalanan sangat menyenangkan dan nyaman, inflight entertainmentnya sangat... Continue Reading →

Day 14: Beautiful handwriting in digital era

Di jaman yang hampir semua komunikasi didominasi oleh bentuk digital sudah sangat jarang kita menerima kartu ucapan atau notes dengan tulisan tangan yang indah. Saya juga rasanya sudah bertahun-tahun tidak pernah mengirim kartu semacam itu. Semuanya sekarang lewat instant messenger, text message dan social media. Cepat, kreatif, lucu tapi tidak ada "jiwa" di dalamnya. Karena... Continue Reading →

Day 13: The world of vintage

Iklan vintage yang terpampang di kantor Electrolux Jakarta ini langsung menarik perhatian saya sebagai pencinta barang-barang retro. Selain gaya design awal abad 20, saya juga tertarik dengan profil 3 perempuan yang memegang vacuum cleaner. Pekerjaan rumah, membersihkan lantai, menjadi menyenangkan kalau dilakukan dengan hati yang senang, bukan hanya karena alat yang hebat. Perempuan modern, apalagi... Continue Reading →

Day 12: Amma Supahilo

Saya termasuk dalam kelompok orang yang melakukan pekerjaan dengan passion. Beberapa orang bahkan berkomentar bahwa saya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor daripada di rumah. Karena itu, di manapun saya bekerja saya selalu berusaha menciptakan suasana "rasa rumah" untuk ruangan kantor. Selalu ada barang-barang pribadi yang membuat saya seperti bekerja di home office. Begitu usia... Continue Reading →

Day 11: Do your nail, boost your mood

 Saya baru mulai berkenalan dengan perawatan kuku sekitar 5-6 tahun yang lalu. Sebelumnya, kuku tidak pernah masuk dalam daftar "things to do" karena saya merasa kuku saya jelek sehingga tidak perlu diberi warna atau dipertontonkan. Cara berpikir itu kemudian berbalik ketika saya membaca artikel tentang perawatan kuku di salah satu situs media online. Justru perawatan... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑